Perbedaan Include dan Require Pada PHP

Jaka Jumat, 17 Maret 2017 14:11:14 Web Development 6013

Kita dapat menyertakan isi dari file PHP ke dalam file PHP lain sebelum server mengeksekusinya. Ada dua fungsi PHP yang dapat digunakan untuk dimasukkan satu file PHP ke dalam file PHP lain yaitu fungsi include() dan fungsi require(). Sekarang timbul pertanyaan, apa perbedaan dari 2 cara itu? dan kapan kita harus menggunakannya dia antara 2 cara itu? Pada artikel ini kita akan bahas secara singkat mengetahui dan kegunaan dari masing - masing. Fungsi include() dan fungsi require() adalah yang membantu dalam menciptakan fungsi, header, footer, atau elemen yang dapat digunakan kembali pada beberapa halaman. Hal ini akan membantu pengembang untuk membuatnya mudah dalam mengubah tata letak situs web lengkap dengan sedikit usaha. Jika ada perubahan diperlukan maka hanya mengubah file yang disertakan.

Fungsi Include ()

Fungsi include() mengambil semua teks dalam file tertentu dan menyalinnya ke dalam file yang menggunakan. Jika ada masalah dalam memuat sebuah file maka fungsi akan menghasilkan peringatan tapi script akan melanjutkan eksekusi. Asumsikan Anda ingin membuat header umum untuk website Anda. Kemudian membuat header.php file dengan konten berikut.

include "header.php";

Kode dalam file yang disertakan akan dijalankan ketika fungsi Include dipangil. Hal ini dapat digunakan dalam sistem template PHP dimana Anda memiliki banyak bagian seperti, header, content, dan footer. 

<html>
<body>

<?php include("header.php"); ?>
<div id="content">
This is an example to show how to include PHP file!
</div>
<?php include("footer.php"); ?>

</body>
</html>

Fungsi Require ()

Fungsi require() mengambil semua teks dalam file tertentu dan menyalinnya ke dalam file yang menggunakan. Jika ada masalah dalam memuat sebuah file maka fungsi menghasilkan kesalahan fatal dan menghentikan eksekusi script. Fungsi ini dibutuhkan untuk aplikasi yang bekerja dengan benar. Sebenernya tidak ada perbedaan require() dan include() yang terlalu berarti kecuali dalam menangani kondisi kesalahan. Tapi disarankan untuk menggunakan fungsi require () bukan fungsi include(), karena script tidak harus terus mengeksekusi jika file yang hilang atau misnamed.

Kita dapat mencoba menggunakan contoh di atas dengan fungsi require () dan akan menghasilkan hasil yang sama. Tetapi jika kita akan mencoba mengikuti dua contoh di mana file tidak ada maka Anda akan mendapatkan hasil yang berbeda.

<html>
<body>

<?php include("xheader.php"); ?>
<div id="content">
This is an example to show how to include wrong PHP file!!
</div>
<?php include("xfooter.php"); ?>

</body>
</html>

Ini akan menghasilkan hasil sebagai berikut

This is an example to show how to include wrong PHP file!

Sekarang mari kita coba contoh yang sama dengan fungsi require ().

<html>
<body>

<?php require("xheader.php"); ?>
<div id="content">
This is an example to show how to include wrong PHP file!!
</div>
<?php require("xfooter.php"); ?>

</body>
</html>

Ketika kita eksekusi file ini akan berhenti dan tidak ada yang ditampilkan.

CATATAN - Kita mungkin mendapatkan pesan peringatan polos atau pesan kesalahan fatal atau tidak sama sekali. Hal ini tergantung pada konfigurasi PHP Server Anda.

Sekian penjelasan Perbedaan Include dan Require Pada PHP ini, semoga bermanfaat.